Bingung? Bagaimna cara menghilangkan mata malas, berikut resepnya.

Sebagian besar para dokter beranggapan bahwa amblyopia atau mata malas yang tidak diobati segera sebelum anak-anak mencapai usia sekolah memiliki kemungkinan besar tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi United States-based Pediatric Eye Disease Investigation Group (PEDIG) di Amerika Serikat baru-baru ini memberikan kabar bahwa menghilangkan mata malas pada anak-anak yang lebih tua dapat disembuhkan dengan angka ksembuhan sebesar 27 persen.

Laporan ini memotivasi Dr Somen Ghosh, dokter mata sehingga membuka klinik di India, untuk menguji pendekatan baru dalam rangka mencari metode pengobatan yang paling efektif bagi penderita mata malas yang berusia lebih tua. Dr Ghosh menggabungkan pengobatan standar untuk mata malas dengan beberapa macam teknik lainnya yang telah teruji secara klinis mampu memberikan berbagai cara menghilangkan mata malas terhadap pasien. Mata malas (ambylopia) merupakan pengurangan ketajaman penglihatan yang diakibatkan perkembangan penglihatan abnormal selama masa bayi dan anak usia dini (usia 3-5 tahun). Hal ini biasanya terjadi pada satu mata, namun bisa juga terjadi pada kedua mata. terlihat agak menurun merupakan salah satu ciri dari penyakit yang satu ini.[1] “dilansir dari laman Hellosehat” Pada penderita mata malas, mata yang lebih lemah biasanya tidak terlalu terlihat berbeda dibandingkan mata yang lain.

Namun, dalam beberapa keadaan, mata yang lebih lemah mungkin dapat terlihat ‘berlari’ ke arah yang berbeda dengan mata sebelahnya. Penting juga untuk kita ingat, bahwasanya memang mata malas berbeda jauh dengan mata juling atau strabismus. Akan tetapi, strabismus ternyata dapat menjadi pemicu utama timbulnya mata malas. kondisi di mana otak lebih cenderung ‘mempekerjakan’ salah satu mata saja merupakan istilah dari medis untuk mata malas atau amblyopia. Hal tersebut terjadi biasanya dikarenakan penglihatan mata yang satu lebih buruk daripada mata yang lainnya.

Secara tidak sadar, kondisi perbedaan kesehatan mata ini ternyata dapat membuat otak mengabaikan sinyal atau impuls dari mata yang lebih lemah, atau mata yang ‘malas’. Jika memiliki mata yang juling saran terbaik adalah lakukan operasi untuk perbaikan pada otot mata. Pada dasarnya, semakin cepat mata yang malas diperbaiki, semakin baik pula  pengobatannya. Jadi, jangan ragu untuk segera berkonsultasi pada dokter terdekat. Mata malas bisa jadi sulit terdeteksi kecuali keadaannya memang sudah parah. Ada beberapa gejala awal dari timbulnya mata malas itu sendiri, seperti halnya:

  • kedua mata kelihatan tidak bekerja bersama
  • kurangnya kemampuan memperkirakan jarak
  • kecenderungan menabrak benda di satu sisi
  • mata yang ‘berlari’ kemana-mana, baik sisi dalam atau luar
  • penglihatan ganda
  • sering mengernyit

Agar tidak perlu susah payah untuk mencari berbagai cara menghilangkan mata malas tersebut kita bisa ketahui terlebih dahulu bebrapa penyebabnya. Karena mata malas itu sendiri berhubungan dengan masalah perkembangan otak. Pada kasus tersebut, jalur saraf yang berada di otak tidak berfungsi dengan baik untuk mengatur penglihatan. Keadaan ini dapat muncul saat kedua mata tidak digunakan dalam jumlah yang seimbang satu sama lain. Beberapa keadaan di bawah ini ternyata menjadi salah satu pemicu timbulnya mata malas:

  • kerusakan atau trauma pada salah satu mata
  • operasi mata
  • gangguan penglihatan
  • glaukoma
  • turunnya salah satu kelopak mata
  • kekurangan vitamin A
  • ulkus kornea
  • mata juling yang tidak diperbaiki
  • genetik, riwayat keluarga dengan mata malas
  • perbedaan kemampuan penglihatan yang cukup jauh di antara kedua mata

penyebabnya. Jika Anda atau anak Anda mengalami kelainan refraksi seperti rabun dekat, rabun jauh, atau silinder (astigmatisma), maka dokter akan meresepkan kacamata. Selain itu dokter akan menyarankan untuk memakai penutup mata agar lebih sehat, mata yang lemah dapat dilatih dengan cara terus melakukan kegiatan melihat, dalam artian, jangan biarkan mata semakin sering tertidur lama. Penutup mata juga biasanya dapat dipakai selama satu hingga dua jam sehari. Penutup mata ini sangat berfungsi untuk membantu perkembangan otak yang mengontrol penglihatan. Selain penutup mata, ada obat tetes yang dapat diteteskan pada mata yang sehat sehingga membuatnya kabur selama beberapa waktu, memberikan waktu bagi mata yang ‘malas’ untuk berlatih.

Sumber: Hellosehat.com



[1] Sumber referensi Healthdetik.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*